Showing posts with label Science | Technology. Show all posts
Showing posts with label Science | Technology. Show all posts

Tuesday, April 5, 2011

10 Game Tersulit Sepanjang Masa

Game adalah media hiburan yang paling efektif untuk menghilangkan stress, setidaknya itu yang dipikirkan oleh orang awam terhadap industri kreatif ini. Pandangan bahwa game hanya fokus pada hal-hal yang menyenangkan dan tidak memerlukan kemampuan otak untuk memainkannya benar-benar harus diubah. Kenapa? Karena orang awam juga harus mengerti bahwa bagi gamer seperti kita, game adalah sebuah tantangan yang harus ditaklukkan. Apalah artinya sebuah tantangan tanpa hadirnya hal-hal yang membuat kita frustrasi terlebih dahulu. Game menyediakan itu semua.

Pernahkah Anda memainkan sebuah game yang justru menyerap semua energi kehidupan Anda begitu saja? Yang bukannya menghadirkan hiburan, tetapi emosi negatif seperti marah, kecewa, dan frustrasi? Setidaknya ada beberapa game yang berdampak begitu buru. Terkadang rasanya ingin memecahkan setiap keping CD atau melempar monitor keluar rumah ketika kita sama sekali tidak menemukan cara untuk menyelesaikan game-game ini. Tetapi rasa frustrasi seperti inilah yang mampu menghadirkan pengalaman bermain yang sesungguhnya.

Dari cukup banyak game yang sudah pernah dimainkan, sedikitnya tidak menemukan lebih dari 50 game yang menimbulkan rasa frustrasi yang hebat. Karena kalau iya, tidak tertutup kemungkinan Anda akan akan masuk ke rumah sakit jiwa terdekat dengan diagnosa yang berat. Apa saja 10 game tersebut,..??? cekidot..


10. Catherine

Pada dasarnya Catherine merupakan game puzzle yang dikemas dalam bentuk yang sangat menarik. Dating, misteri, pilihan moral, dan perselingkuhan dipadukan dalam game menyusun balok yang sulit.
Memainkan game ini di mode NORMAL saja sudah cukup membuat Anda pusing. Semua balok disusun secara acak dengan tujuan yang sederhana, Anda menggunakannya untuk mencapai pintu keluar di puncak. Percayalah, game ini memang terdengar gampang, tetapi ketika Anda mencobanya, Anda akan seringkali mengulang level yang sama terus-menerus hingga berjam-jam sebelum menemukan komposisi balok yang pas. Jika Anda tidak tahan dengan tekanan, Catherine akan membawa mimpi buruk.


9. Super Meat Boy

Anda mungkin jatuh cinta dengan karakter bertubuh merah yang menggemaskan ini, namun jika harus memainkannya di Super Meat Boy? Bersiaplah untuk mencapai frustrasi tingkat tinggi. Dalam game yang dirilis untuk XBOX Live Arcade ini, Anda berperan sebagai Meat Boy yang harus menyelamatkan pacarnya, Bandage girl, di setiap misi yang ada. Jangan berharap mudah, karena game ini menawarkan jebakan-jebakan yang tampak mustahil untuk diselesaikan. Tumpukan gergaji besi dan senjata berat akan berusaha menghancurkan tubuh Anda tanpa sisa. Jika Anda termasuk orang yang pantang menyerah, silakan coba game ini.


8. Touhou

Ini mungkin reaksi pertama yang Anda rasakan ketika pertama kali memainkan salah satu seri dari Touhou Project. Karakter dan Boss dengan desain khas anime dipadukan dengan soundtrack lagu yang keren memang membuat kita terbuai akan keindahannya. Namun ketika Anda berusaha menamatkan game shooter ini? Tunggu dulu, Touhou menyimpan tantangan yang akan menguras air mata Anda dengan cepat.
Untuk memainkan sebuah game shooter dua dimensi, gamer pasti dituntut untuk memiliki tingkat konsentrasi yang tinggi untuk menghindari setiap peluru yang datang ke karakter Anda. Untuk Touhou? Anda harus meningkatkan konsentrasi tersebut ke level yang jauh lebih tinggi lagi. Walaupun tembakan yang hadir tampak begitu berwarna, namun yakinlah bahwa setiap darinya cukup untuk membuat Anda hancur berkeping-keping. Bayangkan saja bagaimana caranya menghindari peluru tembakan yang tampak tidak menyisakan ruang kosong di layar. Ini masih mode normal. Ketika Anda menginjak tingkat kesulitan yang lebih tinggi? Bye-bye....


7. Microsoft Flight Simulator

Game harus menyenangkan. Tentu saja, kita sangat setuju dengan itu. Bagaimana jika ada game yang hadir tanpa menawarkan apapun yang berkaitan dengan kesenangan, dan hanya rasa frustrasi, apakah masih layak disebut sebagai sebuah game? Jika itu yang Anda cari, maka Anda harus mencoba memainkan Microsoft Flight Simulator.
Menyandang nama simulator, tentu saja Anda jangan berharap menerbangkan pesawat ala Ace Combat atau HAWX. Di simulator ini, Anda benar-benar berperan sebagai seorang pilot yang mengawaki pesawat komersil. Anda tentunya pasti pernah melihat panel-panel bertebaran di kokpit pesawat? Ya, itu yang harus Anda otak-atik dan atur untuk dapat menerbangkan pesawat yang Anda pimpin. Kesalahan sedikit dapat berakibat sangat fatal.


6. Minesweeper

Solitaire mungkin menjadi game yang seringkali Anda mainkan ketika membutuhkan hiburan ringan di sela-sela kesibukan. Game wajib pengguna sistem operasi Windows tersebut memang membutuhkan sedikit strategi untuk menundukkannya, dan seringkali berhasil. Perasaan bahagia tersebut yang membuat Solitaire digemari. Tapi tahukah Anda bahwa Anda memiliki opsi untuk membuat hari jauh lebih buruk dengan hanya sebuah game sederhana dari Windows? Saran saya, mainkanlah Minesweeper.Dalam minesweeper, Anda harus membuka area tanpa menyentuh sama sekali ranjau yang ada. Lokasi ranjau dapat dipantau dari setiap angka area yang terbuka. Angka tersebut menunjukkan jumlah ranjau yang terdapat di area 8 kotak di sekitarnya. Bagi saya? Angka ini sama sekali tidak berarti, karena seperti Rambo, saya seringkali tidak mengerti clue yang ada dan akhirnya memilih ranjau. Bedanya dengan Rambo? Saya tidak pernah menang di minesweeper.


5. Metal Slug Arcade Edition

Siapa yang pernah memainkan Metal Slug di konsol? Hampir dari semua gamer akan mengangkat tangan mereka. Game side-scrolling shooter ini memang fun dan menarik untuk dimainkan. Walaupun grafis yang dihadirkan boleh dikatakan standar, namun ada kepuasan di setiap kali Anda berhasil menundukkannya. Sekarang mari kita hitung, berapa kali Anda mati dan harus melakukan continue dalam permainan? Lebih dari sepuluh kali? Bukan masalah jika Anda memainkannya di konsol. Bagaimana jika Anda memainkannya di Arcade yang membutuhkan koin?
Pemborosan yang menyenangkan jika kita dapat menyimpulkannya, karena Metal Slug Arcade Edition benar-benar terasa jauh lebih sulit. Entah karena memang didesain seperti itu, atau setiap koin uang yang kita keluarkan memang membuat game ini terasa semakin berat. Saya mengacungkan semua jempol yang saya punya jika Anda berani mengklaim tidak menggunakan continue sama sekali di Metal Slug Arcade Edition.


4. Grandia Extreme

Grandia, salah satu nama besar di dunia RPG yang tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. Salah satu alasan yang membuat gamer mencintai dunia RPG adalah karena sensasi fun yang dihadirkannya. Memainkan Grandia Extreme akan membuat Anda dari cinta menjadi sangat benci dengan dunia ini. Bagaimana tidak, Anda harus menghadapi musuh yang levelnya lebih tinggi dengan kemampuan yang lebih rendah, plus karena sistem dungeon, Anda hanya bisa melakukan save setiap 10 lantai saja. Yang membuatnya semakin membuat Anda ingin menangis? Sebelum dapat melakukan save, Anda harus mengalahkan boss terlebih dahulu. Kalah dari boss berarti mengulang dari lantai 1 lagi.


3. Demons Souls

Hampir semua gamer akan setuju bahwa Demons Souls merupakan game RPG tersulit yang pernah ada. Mengapa? Pertama, karena Anda tidak bisa sembarangan melakukan hack and slash begitu saja melawan semua musuh yang ada. Perlu strategi untuk setiap perlawanan Anda. Yang kedua, jangan kaget jika Anda bertemu dengan musuh yang bisa membunuh Anda dengan hanya satu kali pukulan, bahkan di awal permainan. (What the?). Sangat sulit untuk menggambarkan rasa frustrasi yang dilahirkan Demon Souls. Anda harus merasakannya sendiri untuk dapat mengerti apa yang berusaha kita sampaikan. Yang pasti, Demons Souls benar-benar akan membuat Anda merasa ada iblis yang tinggal di hati Anda,


2. Myst

Myst mungkin merupakan game point dan click belaka, tetapi jangan sekali-kali Anda meremehkan game ini. Setiap misteri yang harus Anda pecahkan selalu berkaitan dengan puzzle-puzzle yang membuat kepala terasa lebih berat setiap harinya. Mencari jalan keluar? Anda tidak akan menemukan clue yang secara eksplisit mengarahkan Anda pada tujuan yang harus dicapai. Penjelajahan yang harus Anda tempuh harus didasarkan pada informasi yang Anda dapatkan melalui proses eksplorasi di sekitar wilayah yang ada. Kehilangan sebuah clue saja sudah cukup membuat Anda uring-uringan mencarinya. Myst benar-benar epic dari segi menghadirkan gejala sakit jiwa bagi para gamer.


1. I Wanna Be the Guy

Game tersulit yang pernah saya mainkan? Tentu saja I Wanna Be The Guy. Game indie yang dapat Anda temukan dan unduh secara mudah lewat internet ini memang menawarkan rasa frustrasi belaka tanpa kesenangan sama sekali (kecuali Anda mengkategorikan tertawa frustrasi itu lambang kebahagiaan). Memiliki gameplay yang mirip dengan Super Meat Boy, I Wanna be The Guy adalah game plaform yang sangat sulit untuk diselesaikan. Mengapa? Karena hampir setiap tanah yang Anda injak memiliki jebakan yang dapat membuat Anda terbunuh seketika. Beberapa bagian bahkan tampak sangat mustahil untuk diselesaikan oleh manusia biasa, bahkan yang aura karisma nya mampu memukau dunia. Anda butuh wangsit dan kemampuan supernatural tingkat tinggi untuk menyelesaikan game ini. I dont wanna be the guy!

List di atas merupakan game-game yang menurut saya paling sulit untuk dimainkan. Beberapa di antaranya mampu menghadirkan rasa frustrasi yang hebat ...
Silahkan anda mencoba sendiri, eitss .... tapi jangan pakai cheat yaa..

Wednesday, March 23, 2011

Review Intel Sandy Bridge – Arsitektur, Teknologi, dan Feature


Clarkdale merupakan prosesor Intel yang tergolong unik. Keunikannya ada karena terdapat chip prosesor dan chip graphics card yang menyatu dalam sebuah keping prosesor. Clarkdale pula yang menandai kehadiran pertama dari prosesor dekstop dengan chip graphics card di dalamnya. Chip Clarkdale diproduksi dengan proses fabrikasi 32 nm dan inilah prosesor pertama Intel yang mengadopsi proses fabrikasi ini. Akan tetapi, chip graphics card yang ada di Clarkdale masih diproduksi dengan proses fabrikasi 45nm.

Di awal tahun 2011 ini, Intel secara resmi merilis keluarga prosesor Intel Core generasi kedua mereka. Prosesor tersebut telah menggunakan arsitektur baru yang diberi nama Sandy Bridge. Sama seperti prosesor Clarkdale, Sandy Bridge memiliki chip prosesor dan chip graphics card di dalamnya. Selain menggunakan arsitektur baru, Sandy Bridge juga dilengkapi beberapa teknologi dan feature baru di dalamnya. Ingin tahu lebih jauh tentang arsitektur, teknologi, dan feature Sandy Bridge? Simak artikel berikut ini....


Arsitektur Sandy Bridge
Sama seperti Clarkdale, tertanam chip prosesor dan graphics card di dalam kepingan Sandy Bridge ini. Berbeda dengan Clarkdale, dimana kedua chip tersebut letaknya terpisah, letak kedua chip tersebut menyatu dalam satu die. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat melihat skema prosesor Intel Sandy Bridge pada gambar di bawah ini.


Chip Sandy Bridge dipersenjatai 995 Juta transistor dengan ukuran chip 216 mm2 dan diproduksi dengan proses fabrikasi 32 nm. Seperti yang dapat Anda lihat pada gambar di atas, chip Sandy Bridge terdiri dari empat buah core prosesor. Beberapa model prosesor dilengkapi teknologi Hyper threading sehingga sebuah prosesor dapat memiliki hingga delapan buah thread. Sedangkan di sebelah kiri core prosesor, Anda dapat menjumpai core graphics card atau Intel menyebutnya “Prosesor Graphics”.


Sandy Bridge dilengkapi Intel Smart Cache (L3 Cache) sebesar 8 MB. Akan tetapi, tidak semua model Sandy Bridge dilengkapi L3 Cache sebesar 8 MB seperti pada Core i5 dan Core i3. Sedangkan L1 Cache Sandy Bridge berukuran 64 KB dan L2 Cache berukuran 256 KB. Kontroler memori SandyBridge mendukung dual-channel memori DDR3 dengan kecepatan 1333 MHz. Feature Intel Turbo Boost juga hadir di Sandy Bridge, tetapi dengan versi lebih baru, yaitu 2.0. Beberapa model prosesor Sandy Bridge akan dilengkapi feature Turbo Boost.

Jajaran Prosesor Sandy Bridge


Tidak kurang dari 29 varian prosesor Sandy Bridge untuk platform desktop dan mobile telah atau akan dirilis ke pasaran. Masing-masing seri Core i3, Core i5, dan Core i7 akan mendapat jatah varian Sandy Bridge. Prosesor Sandy Bridge untuk platform desktop terdiri dari :

Core i7 : 2600K, 2600S, dan 2600
Core i5 : 2500K, 2500S, 2500T, 2500, 2400, 2400S, 2390T, dan 2300
Core i3 : 2120, 2100, dan 2100T


Spesifikasi Sandy Bridge
Inilah tabel spesifikasi beberapa model prosesor Sandy Bridge untuk desktop.




-Overclocking di Sandy Bridge-


Overclocking Sandy Bridge tergolong berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Di prosesor Intel generasi sebelumnya, overclocking dapat dilakukan dengan merubah nilai BCLK (Base Clock). Akan tetapi, di Sandy Bridge, dengan merubah nilai BCLK akan membuat clock pada komponen lain seperti clock PCI Express atau clock SATA berubah. Nilai BCLK pada Sandy Bridge berada pada 100 MHz dan perubahan sedikit saja pada nilai BCLK akan membuat clock komponen lain berubah, seperti untuk PCI Express dan SATA. Jika perubahan clock terlalu tinggi akan menyebabkan terganggunya kerja komponen tersebut.

Jika merubah nilai BCLK membuat sistem tidak stabil, bagaimana cara meng-overclock Sandy Bridge? Salah satu caranya adalah dengan menaikkan nilai multiplier prosesor dan proseosor Sandy Bridge yang memiliki multiplier tidak dikunci adalah seri “K”. Dalam jajaran model prosesor Sandy Bridge memang terdapat seri “K” dan seri “non-K”. Jika Anda hanya ingin menjalankan sistem Sandy Bridge Anda dalam keadaan default, Anda dapat memilih prosesor non-K. Sedangkan jika Anda ingin mengutak-atik kecepatan prosesor Sandy Bridge Anda, Anda dapat memilih seri “K” yang ditambah motherboard chipset Intel P67.

Platform Sandy Bridge
Prosesor Intel Sandy Bridge menggunakan motherboard dengan chipset terbaru yaitu chipset Intel seri 6. Tidak kurang sepuluh buah varian chipset Intel seri 6 hadir ke pasaran, lima buah untuk platform dekstop dan lima buah untuk platform mobile. Varian untuk platform desktop terdiri dari P67, H67, H61, Q67, dan B65. Sedangkan untuk varian mobile terdiri dari QS67, QM67, HM67, HM65, dan UM67.

Intel juga memperkenalkan soket terbaru untuk prosesor Intel Sandy Bridge yaitu soket LGA1155. Anda tidak dapat memasangkan prosesor Intel yang menggunakan soket LGA1156 di motherboard soket LGA1155. Kabar baiknya, Anda masih bisa menggunakan HSF soket LGA1156 di soket LGA1155. Jadi, Anda tidak perlu membeli HSF baru.


Pada tabel di atas, Anda dapat melihat perbedaan spesifikasi chipset Intel seri 6 untuk platform desktop. Untuk konsumer umum, chipset yang tersedia adalah Intel P67 dan H67. Chipset H67 tampaknya lebih ditujukan untuk penggunaan di HTPC (Home Theater PC) atau komputer untuk keperluan komputasi ringan yang tidak membutuhkan tambahan graphics card add-on. Sedangkan chipset P67 lebih ditujukan untuk enthusiast user yang menginginkan kinerja lebih dari sistem Sandy Bridge mereka.


Gambar di atas adalah diagram sistem dengan chipset Intel P67 dan H67. Chipset P67 dan H67 kini mendukung koneksi SATA III (SATA 6Gbps). Jumlah port SATA maksimal berjumlah enam buah dimana dua buah port merupakan port SATA III dan sisanya SATA II. Dibandingkan chipset H67, jalur PCIe x16 pada P67 dapat dibagi menjadi dua jalur sehingga slot PCIe berjalan pada kecepatan x8 pada masing-masing slot. Dua jalur PCIe memungkinkan P67 menjalankan mode multi-graphics card SLI atau CrossfireX. Walaupun chipset P67 dan H67 hanya mendukung USB 2.0, tampaknya beberapa produsen motherboard akan menambahkan feature USB 3.0 dengan menggunakan chip tambahan.


Intel HD Graphics 2000 dan 3000


Semua model prosesor Intel Sandy Bridge dilengkapi graphics card Intel HD Graphics. Terdapat dua varian graphics card di Sandy Bridge yaitu Intel HD Graphics 2000 dan 3000. Intel HD Graphics 2000/3000 mendukung teknologi DirectX 10.1, Shader Model 4.1, dan Open GL 3.0. Perbedaan Intel HD Graphics terletak pada jumlah EU (Execution Units). Execution Units merupakan sebutan lain dari Stream Prosesor. Intel HD Graphics 2000 dilengkapi 6 EU dan 12 EU pada Intel HD Graphics 3000. Untuk mengaktifkan Intel HD Graphics, Anda membutuhkan motherboard dengan chipset seri H seperti H67.




Intel HD Graphics Control Panel



Intel Turbo Boost 2.0

Pada Sandy Bridge,versi feature Turbo Boost mengalami peningkatan menjadi 2.0. Turbo Boost 2.0 pada Sandy Bridge memiliki cara kerja yang hampir sama seperti versi sebelumnya tetapi pada versi 2.0 clock speed masih dapat naik lebih tinggi di atas nilai TDP prosesor.


Inilah kondisi clock speed Core i7 2600K pada saat Turbo Boost aktif. Pada Turbo Boost 2.0, jika hanya satu core yang digunakan secara penuh oleh aplikasi, salah satu core akan meningkatkan clock speed hingga 3.8 GHz sedangkan tiga buah core lagi berada dalam kondisi idle. Namun, jika saat mencapai batas atas “Turbo Clock Speed” panas prosesor belum mencapai batas maksimal yang ditentukan, clock speed prosesor dapat naik lebih tinggi di atas 3.8 GHz.


Selain prosesor, graphics card pada Sandy Bridge juga dilengkapi feature Turbo Boost. Jika penggunaan prosesor tidak tinggi dan nilai TDP belum tercapai, clock graphics card akan naik dari kondisi default. Pada Core i7 2600K, clock graphics card dapat naik hingga 1100 MHz.

Intel Quick Sync

Intel memperkenalkan feature terbaru mereka yaitu Intel Quick Sync di prosesor Sandy Bridge. Feature ini memungkinan video diproses oleh hardware, bukan lagi software seperti pada Clarkdale/Arrandale. Penerapan feature ini dapat Anda jumpai di aplikasi transcoding video seperti MediaEspresso 6.0.


Pada MediaEspresso 6.0 feature “Full Hardware Acceleration” kini dapat diaktifkan. Sayangnya feature ini hanya aktif jika sistem menggunakan graphics card Sandy Bridge, Intel HD Graphics. Saat kami menambahkan graphics card add-on seperti AMD (ATI) atau NVIDIA, feature “Full Hadware Acceleration” milik Intel menjadi tidak aktif.


Pada gambar di atas, Anda dapat melihat MediaEspresso 6.0 menampilkan logo Intel saat feature “Full Hardware Acceleration di aktifkan. Feature Intel Quick Sync membuat proses transcoding video berjalan lebih cepat



-sumber-